‘Bebas’ Hanya Untuk Beberapa Kalangan Saja

timbanganSetelah beberapa lama vakum dalam dunia blog akhirnya ini adalah tulisan pertama setelah beberapa waktu yang lalu tidak ada postingan dan niat untuk menulis, sebab memang tidak ada topik yang betul menarik untuk dijadikan tulisan di dalam blog ini. Baiklah langsung saja kita mulai membahas salah satu fenomena  yang terjadi beberapa bulan yang lalu.

Beberapa waktu yang lalu kita masih ingat dengan salah seorang putera dari petinggi negri ini, ada beberapa yang katanya itu adalah ‘pekerjaannya’. Yakni aktif dalam sebuah media sosial untuk dapat mengambil keuntungan dari postingannya tersebut. Ketika itu saya masih ingat ada beberapa kata yang justru sekarang dinilai mendiskriminasikan salah satu kelompok masyarakat yang ada di negri ini. Kata itu adalah ‘ndeso’ yang katanya itu adalah mendiskriminasikan satu kelompok tertentu, ‘sekarang’. Pada saat itu ada salah seorang warga yang melaporkan bahwa kata tersebut telah mendiskriminasikan kelompok tertentu kepada penegak hukum di negri ini. Tentu hal semacam ini haruslah ditindaklanjuti dengan pendalaman dan materi isi dari laporan tersebut. Namun apa yang terjadi sangatlah di luar perkiraan saya sebagai warga negara yang selalu memantau mengenai perkembangan dan kejadian yang ada di negri ini terutama yang terjadi di pemerintahan dan terutama yang melibatkan para Continue reading

Advertisements

Sejarah Ringkas SMKN 1 Sul-Sel

logo-teknik-instalasi-pemanfaatan-tenaga-listrik-edit-huruf

Teknik Instalasi Tenaga Pemanfaatan Listrik SMKN 1 SULSEL

SMK Negeri 1 Sulawesi Selatan adalah sekolah bidang teknologi industri yang terdiri dari berbagai jurusan, salah satu diantaranya jurusan teknik elektro. Sekolah ini didirikan pada tahun 2010 yang pada awalnya merupakan sebuah institusi balai latihan dan pendidikan teknik (BLPT). Lokasi sekolah ini pada awalnya berada di Jalan Bontomanai No. 14  Gunungsari Baru, Rappocini, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Pada awal berdiri, sekolah ini bernama SMK RSBI Sulawesi Selatan. Namun disebabkan beberapa permasalahan mengenai statuta RSBI secara nasional maka sekolah ini kembali berganti nama dengan menghilangkan RSBI menjadi SMK Negeri 1 Sulawesi Selatan di bawah Provinsi Sulawesi Selatan. SMK Negeri 1 Sulawesi Selatan dibangun 1974 oleh Pemerintah Pusat bekerja sama dengan Bank Dunia (Counterpart World Bank). Diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia (Jenderal Soeharto) pada tanggal 22 Mei 1975 dengan nama Pusat Latihan Pendidikan Teknik (PLPT) Ujung Pandang atau Technical Training Centre (TTC). Fungsi utamanya adalah sebagai pus

at pelayanan praktik bagi STM yang tidak memiliki sarana praktik. Pada tahun 1980 terjadi perubahan struktur Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud), demikian pula Kantor Wilayah Depdikbud Provinsi Sulawesi Selatan. Sehubungan dengan itu terjadi perubahan struktur pada PLPT Ujung Pandang menjadi Balai Latihan Pendidikan Teknik (BLPT) Ujung Pandang. Ketika diberlakukan UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah pada tahun 2001 maka BLPT Ujung Pandang dialihkan pengelolaannya di bawah pemerintah otonomi daerah Makassar, sehingga berubah nama menjadi BLPT Makassar. Pada tahun 2003 terjadi perubahan status menjadi Unit Pelaksana Teknik Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan (UPTD) BLPT Sulawesi Selatan, berdasarkan keputusan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 37 Tahun 2003 Tanggal 26 Agustus 2003 tentang pembentukan Organisasi Tata Kerja Unit Pelaksana Teknik Dinas. Pada tahun 2008 terjadi perubahan menjadi Unit Pelaksana Teknik Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan (UPTD) BPPKT Sulawesi Selatan. Pada tahun 2010 dilakukan revitalisasi bekerja sama dengan Direktorat Pembinaan SMK dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, maka berdirilah SMKN RSBI BPPKT Sulawesi Selatan, berdasarkan Keputusan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 2494/X/2010 tentang Pendirian Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional SMKN BPPKT Sulawesi Selatan serta Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 188.4/PD4/523/2010 Tanggal 02 Nopember 2010 tentang Izin Operasional Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) di UPTD-BPPKT Sulawesi Selatan. Continue reading

Di Sini, Akhirnya Bermula

Jpeg

Akhirnya di sini

     Selasa 15 Maret 2016, akhir tiba di kota itu, Makassar. Kota yang sebelumnya terpikir adalah sebuah kota besar seperti Jakarta, Surabaya ataupun Medan. Sayang, kenyataanmya tak demikian, itulah “menurutku”. Tiba di kota ini disambut dengan sinar matahari senja yang begitu menyilaukan. Saat berangkat dari kota yang ku Cinta, Padang, pada pukul 11.15 WIB, perjalanan terhenti sejenak di ibukota negara, Jakarta. Tiba di kota itu pada pukul 13.10 masih dalam waktu indonesia barat. Sejenak dapat beristirahat untuk melihat-lihat sekilas mengenai ibukota negara. Setelah itu perjalanan menuju Makassar dilanjutkan pada pukul 15.00 masih dengan waktu indonesia barat. Perjalanan dengan durasi selama dua jam lebih sepuluh menit pun dilalui dengan nyaman. Kenyaman yang didapatkan berkat pemilihan maskapai penerbangan yang terpercaya untuk layanannya di Indonesia.

     Singkatnya dengan perjalanan dalam durasi yang demikian, pada pukul 18.10 WITA, kami tiba di Kota Makassar. Tak ada sesuatu yang wah ketika mulai akan menapaki kaki di bandara ini. Entah itu karna hari yang sudah mulai gelap. Namun itulah kesan yang didapatkan saat menjejaki pertama kali di kota ini. Demikian kesan mengenai bandar udara di kota ini. Namun bila dilihat melalui media online, ada sesuatu yang menarik yakni desain atap yang khas dimiliki bandar udara kota ini. Tetapi hal itu tak cukup terlihat, sebab ketika kami leluar menuju bagian luar depan bandar udara ini hari sudah begitu gelap. Akan tetapi hal yang paling mengejutkan adalah dengan banyaknya calo yang saya anggap bergaya preman yang menawari dengan sangat antusias dan cenderung memaksa kepada para penumpang yang baru saja mendarat. Continue reading

Sampai di Sini?

UNM 11

Peserta PPG SM3T UNM yang terdiri dari Prodi Pendidikan Teknik Elektro, Elektronika, dan TIK

Pendidikan Profesi Guru (PPG) itulah alasan aku sampai di sini. Hal ini berawal dari kegiatan pengabdian yang menghasilkan sebuah bonus yang dinamakan dengan pendidikan profesi. Setelah pengabdian yang selama satu tahun dilakukan di sebuah daerah yang tergolong kepada daerah dengan kriteria terdepan, terluar, dan tertinggal yang diistilahkan dengan tiga T. Pendidikan ini ditentukan oleh pusat sehingga peserta belum akan tahu di mana ia akan menempuh jenjang pendidikan profesi ini sebelum masa pendaftaran dibuka. Masa menunggu yang selama kuran lebih tujuh bulan setelah mengabdikan diri di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal . hal yang ditunggu pun dating, ketika itu bulan ketiga saat tahun berlangsung. Hal yang sebetulnya tidak diduga sebelumm sebab untuk penempatan jurusan teknik elektro belum ada penyelenggara yang berasal dari peserta program yang sama setelah melakukan pengabdian selama satu tahun. Setelah lokasi pendidikan di ketahui, yakni Makassar. Kebimbangan awalnya hadir di dalam hati sebab dengan lokasi yang sebelum tidak sesuai dengan yang diharapkan yakni dengan adanya kabar berita bahwa pendidikan untuk profesi keteknikan akan dilakukan di Pulau Jawa, dengan pilihan ibukota Negara, ataupun dihadirkan pada salah satu kota yang masih diberikan hak sebagai sebuah daerah yang istimewa yakni Yogyakarta. Namun sudahlah hal ini memang telah ditentukan. Tinggal hanya pilihan untuk melanjutkan program yang telah dimulai ataukah akan diakhiri sebab tidak sesuai dengan pengharapan sebelumnya.

Continue reading