Klasifikasi Jaringan Distribusi

1. Klasifikasi Bentuk Jaringan Distribusi
Jaringan distribusi dapat digolongkan menjadi beberapa jenis. Menurut Suswanto (2009:20-26):
a. Sistem Radial Terbuka
Keuntungannya:
1). Konstruksinya lebih sederhana
2). Material yang digunakan lebih sedikit, sehingga lebih murah
3). Sistem pemeliharaannya lebih murah
4). Untk penyaluran jarak pendek akan lebih murah
Kelemahannya:
1). Keterandalan sistem ini lebih rendah
2). Faktor penggunaan konduktor 100 %
3). Makin panjang jaringan (dari Gardu Induk atau Gardu Hubung) kondisi tegangan tidak dapat diandalkan
4). Rugi-rugi tegangan lebih besar
5). Kapasitas pelayanan terbatas
6). Bila terjadi gangguan penyaluran daya terhenti, maka seluruh jaringan akan mengalami pemadaman listrik.
Sistem radial pada jaringan distribusi merupakan sistem terbuka, dimana tenaga listrik yang disalurkan secara radial melalui gardu induk ke konsumen-konsumen dilakukan secara terpisah antar satu sama lainnya. Sistem ini merupakan sistem yang paling sederhana diantara sistem yang lain dan paling murah, sebab sesuai konstruksinya sistem ini menghendaki sedikit seklai penggunaan material listrik, apalagi jika jarak panyaluran antara gardu induk ke konsumen tidak terlalu jauh.

Radial Terbuka1

Gambar 2. Sistem Jaringan Radial Terbuka

Sistem radil terbuka ini paling tidak dapat diandalkan, karena penyaluran tenaga listrik hanya dilakukan dengan menggunakan satu saluran saja. Jaringan model ini sewaktu mendapat gangguan akan menghentikan penyaluran tenaga listrik cukup lama sebeblum gangguan tersebut diperbaiki kembali. Oleh sebab itu kontinuitas pelayanan pada sistem radial terbuka ini kurang bisa diandalkan. Selain itu makin panjang jarak saluran dari gardu induk ke konsumen, kondisi tegangan makin tidak bisa diandalkan, justru bertambah buruk karena rugi-rugi tegangan akan lebih besar. Berarti kapasitas pelayanan untuk sistem radial terbuka ini sangat terbatas.
b. Sistem Radial Paralel
Keuntungannya:
1) Kontinuitas pelayanan lebih terjamin, karena menggunakan dua sumber
2) Kapasitas pelayanan lebih baik dan dapat melayani beban maksimum
3). Kedua saluran dapat melayani titik beban secara bersama
4). Bila salah satu saluran megalami gangguan, maka saluran yang satu lagi dapat menggantikannya sehingga pemadaman tak perlu terjadi.
5). Dapat menyalurkan daya listrik melalui dua saluran yang diparalelkan
Kelemahannya:
1). Perlatan yang digunakan lebih banyak terutama perlatan proteksi
2). Biaya pembangunan lebih mahal

Radial ParalelGambar 3. Sistem Jaringan Radial Paralel

Untuk memperbaiki kekurangan dari sitem radial terbuka di atas maka dipakai konfigurasi sistem radial paralel, yang menyalurkan tenaga listrik melalui dua saluran yang diparalelkan. Pada sistem ini titik beban dilayani oleh dua saluran, sehingga bila salah satu saluran mengalami gangguan, maka saluran yang satu lagi dapat menggantikan melayani, dengan demikian pemadaman tidak perlu terjadi. Kontinuitas pelayanan sistem radil parallel ini lebih terjamin dan kapasitas pelayanan bisa lebih besar dan sanggup melayani beban maksimum (peak load) dalam batas yang diinginkan. Kedua saluran dapat dikerjakan untuk melayani titik beban bersama-sama. Biasanya titik beban hanya dilayani oelh salah satu saluran saja. Hal ini dilakukan untuk menjadi kontinuitas pelayanan pada konsumen.
c. Sistem Rangkaian Tertutup (Loop Circuit)

Gambar 4. Sistem Jaringan Tertutup

Keuntungannya:
1) Dapat menyalurkan daya listrik melalui satu atau dua saluran feeder yang saling berhubungan
2) Menguntungkan dari segi ekonomis
3) Bila terjadi gangguan pada saluran maka saluran yang lain dapat menggantikan untuk menyalurkan daya listrik
4) Kontinuitas penyaluran daya listrik lebih terjamin
5) Bila digunakan dua sumber pembangkit, kapasitas tengangan lebih baikdan regulasi tegangan cenderung kecil
6) Dalam kondisi normal beroperasi, pemutus beban dalam keadaan terbuka
7) Biaya konstruksi lebih murah
8) Faktor penggunaan konduktor lebih rendah, yaitu 50 %
9) Keandalan relatif baik.
Kelemahannya:
1) Keterandalan sistem ini lebih rendah
2) Drop tegangan makin besar
3) Bila beban yang dilayani bertambah, maka kapasitas pelayanan akan lebih jelek.

Sistem rangkaian tertutup pada jaringan distribusi merupakan suatu sistem penyaluran melalui dua atau lebih saluran feeder yang saling berhubungan membentuk dua atau lebih saluran feeder yang saling berhubungan membentuk rangkaian berbentuk cincin.
Sistem ini secara ekonomis menguntungkan, karena gangguan pada jaringan terbatas hanya pada saluran yang terganggu saja. Sedangkan pada saluran lain dalam rangkaian yang tidak terganggu. Sehingga kontinuitas pelayanan sumber tenaga listrik dapat terjamin dengan baik.
Yang perlu diperhatikan pada sistem ini pabila beban yang dilayani bertambah, maka kapasitas pelayanan untuk sistem rangkaian tertutup ini kondisinya akan lebih jelek. Tetapi jika digunakan titik sumber (Pembangkit Tenaga Listrik) lebih dari satu di dalam sistem jaringan ini maka sistem ini akan banyak dipakai, dan akan menghasilkan kualitas tegangan lebih baik, serta regulasi tegangannya cenderung kecil.
d. Sistem Network/Mesh
Sistem network/mesh ini merupakan sistem penyaluran tenaga listrik yang dilakukan secara terus-menerus oleh dua atau lebih feeder pada gardu-gardu inudk dari beberapa Pusat pembangkit Tenaga Listrik yang bekerja secara parallel. Sistem ini merupakan pengembangan dari sistem-sistem yang terdahulu dan merupakan sistem yang paling baik serta dapat diandalkan , mengingat sistem ini dilayani oleh dua atau lebih sumber tenaga listrik. Selain itu jumlah cabang lebih banyak dari jumlah titik feeder.
Keuntungannya:
1) Penyaluran tenaga listrik dapat dilakukan secara terus-menerus (selama 24 jam) dengan menggunakan dua atau lebih feeder
2) Merupakan pengembangan dari sistem-sistem terdahulu
3) Tingkat keterandalannya tinggi
4) Jumlah cabang leibih banyak dari jumlah titik feeder
5) Dapat digunakan pada daerah-daerah yang memilki tingkat kepadatan yang tinggi
6) Memiliki kapasitas dan kontinuitas pelayanan sangat baik
7) Gangguan yang terjadi pada salah satu saluran tidak akan mengganggu kontinuitas pelayanan.
Kelemahannya:
1) Biaya konstruksi dan pembangunan lebih tinggi

2) Setting alat proteksi sukar
Gambar 5. Sistem Jaringan Network/Mesh
Sistem ini dapat digunakan pada daerah-daerah yang memiliki kepadatan tinggi dan mempunyai kapasitas dan kontinuitas pelayanan sangat baik. Gangguan yang terjadi pada salah satu saluran tidak akan mengganggu kontinuitas pelayanan. Sebab semua titik beban terhubung parallel dengan beberapa sumber tenaga listrik.

e. Sistem Interkoneksi
Keuntungannya:
1) Merupakan pengembangan sistem network/mesh
2) Dapat menyalurkan tenaga listrik daei beberapa Pusat Pembangkit Tenaga listrik
3) Penyaluran tenaga listrik dapat belangsung terus-menerus (tanpa putus), walaupun daerah kepadatan beban cukup tinggi dan luas
4) Memiliki keterandalan dan kualitas sistem yang tinggi
5) Apabila salah satu Pembangkit mengalami kerusakan, maka penyaluran tenaga listrik dapat dialihkan ke Pusat Pembankit lainnya.
6) Bagi pusat Pembangkit yang memilki kapasitas lebih kecil, dapat dipergunakan sebagai cadangan atau pembantu bagi Pusat Pembangkit Utama (yang memilki kapasitas tenaga listrik yang lebih besar)
7) Ongkos pembangkitan dapat diperkecil
8) Sistem ini dapat bekerja secara bergantian sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan
9) Dapat memperpanjang umut Pusat Pembangkit
10) Dapat menjaga kestabilan sistem Pembangkitan
11) Keterandalannya lebih baik
12) Dapat dicapai penghematan-penghematan di dalam investasi
Kelemahannya:
1) Memerlukan biaya yang cukup mahal
2) Memelukan perencanaan yang lebih matang
3) Saat terjadi gangguan hubung singkat pada penghantar jaringan , maka semua Pusat Pembangkit akan tergabung di dalam sistem dan akan ikut menyumbang arus hubung singkat ke tempat gangguan tersebut.
4) Jika terjadi unit-unit mesin pada Pusat Pembangkit terganggu, maka akan mengakibatkan jatuhnya segabgian atau seluruh sistem.
5) Perlu menjaga keseimbangan antara produksi dengan pemakaian
6) Merepotkan saat terjadi gangguan petir.

Gambar 6. Sistem Jaringan Interkoneksi
Sistem interkoneksi ini merupakan pengembangan dari sistem network/mesh. Sistem ini menyalurkan tenaga listrik dari beberapa Pusat Pembangkit Tenaga Listrik yang dikehendaki bekerja secara parallel. Sehingga penyaluran tenaga listrik dapat berlangsung terus-menerus (tak terputus). Walaupun daerah kepadatan beban cukup tinggi dan luas. Hanya saja sistem ini memerlukan biaya yang cukup mahal dan perenacanaan yang cukup matang. Untuk perkembangan dikemudian hari, sistem interkoneksi ini sangat baik, bisa diandalkan dan merupakan sistem yang mempunyai kualitas yang cukup tinggi.
Pada sistem interkoneksi ini apabila salah satu Pusat Pembangkit Tenaga Listrik mengalami kerusakan, maka penyaluran tenaga listrik dapat dialihkan ke Pusat Pembangkit lain. Untuk Pusat Pembangkit yang mempunyai kapasitas kecil dapat dipergunakan sebagai pambantu dari Pusat Pembangkit Utama (yang mempunyai kapasitas tenaga listrik yang besar). Apabila beban normal sehari-hari dapat diberikan oleh Pusat Pembangkit Tenaga Listri tersebut, sehingga ongkos pembangkitan dapat diperkecil. Pada sistem interkoneksi ini Pusat Pembangkit Tenaga Listrik bekerja bergantian secara teratur sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Sehingga tidak ada Pusat Pembangkit yang bekerja terus-menerus. Cara ini akan dapat memperpanjang umur Pusat Pembangkit dan dapat menjaga kestabilan sistem pembangkitan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s