Jalani dengan Ikhlas, Fokus pada Tujuan

Bercerita tentang masa yang akan datang memang tidak ada kata yang pasti, karena tak satu pun manusia tahu apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Ini tentang jenjang yang ditempuh setelah lulus dari bangku perkuliahan, ketika salah satu tujuan saat di bangku perkuliahan adalah mencapai wisuda tepat waktu, setelah itu akan menempuh jenjang berikutnya, karena ini tidak berakhir hanya sampai di sana saja. Satu masa terlewati dengan kegiatan yang cukup berarti setelah lulus. Kemudiab masih menyusun rencana dan tahap berikutnya untuk mematangkan diri, pilihan jatuh pada salah satu prograPeta Provinsi Acehm kementrian pendidikan, untuk mengabdi di daerah yang dianggap terluar, terdepan, dan tertinggal. Beberapa gambaran mengenai daerah tersebut pun telah diberikan. Terluar maksudnya, terluar dari jangkauan dan perhatian pemerintah pusat, terdepan maksudnya, terdepan dalam jangkauan negara lain dan daerah yang merupakan pintu nasuk bagi negara lain singkatnya sebagai daerah perbatasan, kemudian tertinggal merupakan akibat dari kedua kata yabg sudah dijelaskan sebelumnya. Baik itu dari sisi pendidikan, sosial kemasyarakatan dan beberapa hal lain yang teekait akibat dua kata tadi.

Singkatnya, program ini pun dijalani, dengan sedikit rasa ragu masih menaungi, bukan karena daerah yang sudah digambarkan sebagai lokasi yang terluar, terdepan, dan tertinggal, namun karena harus meninggalkan kegiatan yang belum selesai dilalui, meninggalkan orang-orang yang perlahan mulai akrab dan hangat, meski hanya beberapa saat saja. Dengan masih ada rasa ragu, kegiatan pelatihan pun dijalani, pelatihan dibagi dalam kedua bagian masa pelatihan, yakni di dalam ruangan dan di lokasi perkemahan. Masa yang pertama diisi dengan gambaran, serta pengetahuan umum mengenai lokasi yang dituju sebagai daerah sasaran. Ditambah dengan pembekalan hambar mengenai kurikulum yang baru saja dirampungkan kementrian terkait. Masa kedua dilanjutkan dengan perkemahan, dimana merupakan gambaran-gambaran keadaan di lokasi penempatan kelak. Membiasakan para peserta untuk kuat berjalan lebih jauh dari biasanya, berjuang naik-turun untuk membersihkan dan menyegarkan tubuh yang telah lelah. Kedua masa terlewati dengan aman dan lancar.

Tibalah hari untuk keberangkatan menuju lokasi penempatan, ini lah hari perpisahan bagi semua peserta yang lokasi penempatannya berbeda. Hari perpisahan dengan keluarga, sebab peserta ‘tidak diizinkan’ untuk pulang ke kampung halaman kecuali jika ada keadaan yang darurat. 20140817_090303Sejak mentari masih belum terlalu tinggi peserta mempersiapkan diri di lokasi pemberangkatan. Keberangkatan yang semestinya dijadwalkan sama dengan jam masuk kerja pegawai negeri, molor hingga mentari tepat tegak di atas kepala. Peserta pun mulai berangkat ke lokasi penempatan, Aceh Singkil. Kendala pertama yang dihadapi ketika itu yakni kelangkaan bahan bakar kedaraan, yang merupakan alasan keterlambatan pemberangkatan ini. Kemacetan perjalanan serta kendaraan kehilangan arah tujuan ke lokasi penempatan peserta membuat perjalanan yang semestina hanya dua puluh jam, harus ditempuh selama dua hari. Setiba di lokasi penempatan hampir siang hari, sekonyong konyong dilakukan penyambutan dinas terkait dan serah terima dengan kepala sekolah. Selesai upacara tersebut, peserta menuju sekolah penempatannya masing-masing dengan didampingi kepala sekolah.

Dilanjutkan posting berikutnya.
Cukup Jalani dengan Ikhlas, Fokus Pada Tujuan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s