13, di Mana Guru?

Posisi guru mulai bergeser pada saat ini dengan adanya dan berkembangnya kurikulum tiga belas. Kurikulum ini menuntut guru untuk meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran di kelas. Peningkatan aktivitas siswa di kelas memang dibutuhkan untuk meningkatkan pembangunan konsep oleh siswa sendiri. Angka 13Siswa dituntut untuk aktif dalam berbagai kegiatan baik itu dalam hal diskusi kelompok maupun dalam kegiatan praktikum di bengkel.Namun pada perkembangan awalnya dalam penerapan kurikulum ini banyak menuntut guru dalam kegiatan administratif baik dalam kegiatan pembelajaran maupun dalam kegiatan evaluasi pembelajaran yang secara periodik dilakukan. Kegiatan administratif yang dilakukan mencakup berbagai macam persiapan yang dapat dilakukan guru sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, diantaranya yakni: menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran yang mesti dilakukan dengan rinci dan dengan berbagai model pembelajaran yang dituntut untuk digunakan pada pembelajaran kurikulum tiga belas di sekolah. Kemudian apabila dilihat dari sisi proses setelah perencanaan pembelajaran sudah disusun dengan baik, guru dituntut untuk dapat melaksanakan pembelajaran yang begitu rumit dengan mengikut kepada rencana yang telah disusun tersebut. Melihat perbedaan karakter dan sarana/prasarana yang dimiliki siswa yang belajar di daerah yang sudah maju dengan siswa yang belajar di daerah yang tertinggal. Pada akhirnya guru dituntut untuk melakukan penilaian yang cukup banyak. Hal ini diistilahkan dengan penilaian autentik.

Pada kurikulum tiga belas semua mata pelajaran harus berkontribusi terhadap pembentukan sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Ada dua proses pembelajaran yang berlsngsung yaitu proses pembelajaran langsung dan proses pembelajaran tidak langsung. Proses pembelajaran langsung adalah proses peserta didik mengembangkan pengetahuan, kemampuan berpikir, dan keterampilan psikomotorik dengan pendekatan saintifik (Trianto, 2007). Sejalan dengan pemikiran tersebut, pembelajjaran sains merupakan sesuatu yang harus dilakukan oleh peserta didik bukan sesuatu yang harus dilakukan terhadap siswa sebagaimana yang dikemukakan National Research Concil (1996:20) bahwa Learning Science is an active process. Learning science is something student to do, not something that is done to them. Sedangkan proses pembelajaran tidak langsung adalah proses pembelajaran untuk mengembangkan moral dan perilaku yang terkait dengan sikap. Dari fakta tersebut Nampak bahwa peserta didik dituntut aktif dan mengoptimalkan kecerdasan maupun bakat yang dimiliki.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s